CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

14 Agu 2014

entah sekarang?


Seperti hikayat punya kita, pertemuan yang singkat tapi sebenarnya tak benar-benar singkat. Semua tentang darimana rasa itu mulai berasal, sepotong-sepotong sampai membentuk seperti tubuhku yang mulai utuh dari sebuah kerapuhan. Aku tidak tahu darimana potongan rasa itu berasal. Mereka datang dan mengalir begitu saja sampai aku mulai terlena dan kemudian menikmatinya.
Aku sendiri menjadi terpaku diam mendengar kata yang berujung pada perpisahan. Ketika lena dan nikmat itu akan segera hilang dan hanya meninggalkan sepotong kenangan dan rasa yang tertinggal.. ah, terkadang dunia ini begitu kejam, menjadikan rasa itu seperti budak tak bergerak. Dan orang-orang tidak akan mengerti apa yang sebenarnya aku katakan, dimana wanita jahat dan dimana laki-laki baik? Aku tidak bilang bahwa aku harus menghilang atau dirinya pun harus pergi, tidak. Yang ingin aku sampaikan adalah bisakah kita menjaga rasa ini tetap utuh, jika dikemudian hari kita saling bertemu. Dan sepanjang hidup atau sebagian dari hidup, kita telah belajar dan berkaca dari masa lalu. Dan dari ini pula aku sadar bahwa dia tidak pernah melupakan dia, dia yang pernah ada untuk dirinya. Darimana aku harus memulai akan hal ini? Tersadar bahwa aku bukanlah satu-satunya orang yang merasakan kebingungan dan ketakutan. Dan jika timbal balik itu semuanya indah, apa jadinya diriku sekarang?
Ini adalah hidup tempat dimana kita tetap terus berproses.
Dan sekarang peristiwa-peristiwa telah berlalu di belakangku, aku tidak benar-benar mengerti atau memahami ini, hanya saja aku tahu kini dimana rasa yang tertinggal itu berada, berada jauh dari jiwaku sendiri. Yang tak pernah bisa benar-benar kugapai dan kumiliki. Hidup sangatlah singkat, dan kita tak pernah benar-benar yakin akan adanya keabadian bagi jiwa kita yang rapuh. Bukan aku sendiri yang seperti ini, aku yakin dirinya merasakan hal demikian. Bahwa cinta memang memikat, dan aku mencintainya dengan sepenuh hati dan jiwa. Bukan hanya sebentar seperti pertemuan kita, tidak. Aku tidak berpikir demikian karena aku adalah aku yang dia sendiri tahu isi hatiku. Aku tidak menyembunyikan betapa aku menyukainya. Tidak pernah.
Bisakah aku berbicara lantang tentang kisah kita kepada semua orang? Orang-orang yang sempat  tak percaya akan adanya kita. Dan pada akhirnya memang kita tidak sekadar bicara tentang cinta, tapi tentang mimpi dan kenyataan yang ada di depan kita dengan segala bentuk persoalannya. Lalu apakah sekarang kita hanya membuat kata untuk sepi di luar sana??
Dan ketika egoku benar-benar tak ingin dikalahkan, aku harus bagaimana. Karena saat benih perasaan dan keinginan datang, seolah ia kalah oleh kenyataan yang ada. Seperti waktu yang terlalu muak denganku, aku terus seperti ini. Ketika aku berpikir bahwa aku menjadi aneh, dan aku mulai tersiksa dengan batinku sendiri. Ya, ini bukan pertama kalinya aku seperti ini tapi entah kenapa ketika aku ingin berlari dari ketakutan dan bersembunyi aku malah terus mengejarnya. Aku mengatakan ini tidak apa-apa. Tapi sebenarnya tidak. Dimana rasa yang tertinggal itu, dan dimana posisi kita? Aku banyak bertanya ketika aku membaca, “dimanakah posisi cinta dikala hati menginginkannya, apakah cinta hanya sebuah pelampiasan dari hasrat diri dan dimanakah rasa dikala posisi cinta bergeser?” aku tak pernah benar-benar mendapatkan jawabannya.
Kerana ketika aku ingin benar-benar pergi darinya, ternyata bayangnya tidak pernah lepas dari pikiranku. Senaif ketika aku ingin merelakannya tapi sebenarnya aku tak bisa melepasnya, aku ingin bersamanya.  Bisakah yakinkan aku bahwasanya aku tidak mencintai sesuatu yang semu...??
Semuanya berlalu di depan kita, menjadi kenangan yang indah. Dan Manusia hidup memiliki keinginan, memiliki mimpi. Itulah yang menandakan manusia itu hidup. Aku benar, dia pun benar.
Aku tidak pernah sedikitpun menyesali kebersamaan kita, dan bolehkah aku berharap sedikit saja untuk tetap bisa bersama di hari kelak? Aku tidak ingin rasa-rasa yang tertinggal dalam hati kita menjadi seperti uap yang terus membumbung tinggi tapi pada akhirnya lenyap dan menghilang. Tidak seperti itu...jamin rasaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar